Senin, 18 Januari 2016

MAKALAH SUKU MINAHASA



MAKALAH SUKU MINAHASA

Disusun oleh :

LETARE DEO YAKOBUS POLITON (53415814)


KELAS 1IA03
  FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
    S1 TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015/20



DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................ i

BAB 1. PENDAHULUAN.................................................................................................... 1

BAB 2. SEJARAH................................................................................................................ 2

BAB 3. TRADISI SUKU...................................................................................................... 3
3.1  Rumah Adat.......................................................................................................... 3
3.2  Kepercayaan........................................................................................................ 3
          3.3 Tari dan Alat Musik.............................................................................................. 4
          3.4 Makanan dan Minuman........................................................................................ 5
          3.5 Kehidupan Sosial dan Budaya.............................................................................. 5

BAB 4. KESIMPULAN........................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 7 
  
  
  

  

BAB I
PENDAHULUAN

Pada makalah kali ini penulis akan membahas tentang salah satu suku di Indonesia tepatnya di Sulawesi Utara yaitu suku Minahasa tujuan penulisan ini adalah untuk mencari tahu sejarah atau asal usul suku minahasa , tradisi suku minahasa berupa upacara adat dan tata cara kebudayaan yang ada disana serta hal-hal apa saja yang harus diambil dalam kehidupan suku Minahasa. Kata Minahasa berasal dari kata dasar “ESA” yang berarti “Satu”. Minahasa berkembang dari Malesung ,Maesaan,Minaesaan,Mahasa,Minahasa,yang pada intinya berarti “MENJADI SATU”.Istilah ini dipakai oleh sub-etnis Minahasa yang notabene hidup di ujung utara pulau Sulawesi Utara,untuk pertama kali disebut,“MINHASA”(Minahasa) pada abad XVII. Jadi pada pengertian awal,nama “Minahasa” bukanlah nama etnis melainkan “persatuan” dari sejumlah suku / sub-etnis tersebut. Pada perkembangan selanjutnya,pengertian nama “Minahasa” berubah menjadi sebuah komunitas “Bangsa” atau “Etnis”. Sering kali etnis /bangsa/ suku-bangsa minahasa disamakan dengan “Orang Manado” (=orang dari ex Keresidenan Manado atau ex Afdeling Manado) atau Kawanua (orang atau teman sekampung).
Jenis bangsa minahasa adalah semua orang yang termasuk dalam sub-etnis Malesung antara lain : Tonsea, Tobulu, Tondano, Tountemboan, Tonsawang, Ratahan-pasan, Ponosakan, Bantik, Borgo dan Bawontehu.
Luas tanah minahasa sekitar 5.220 km2 adalah luas keseluruhan kota Manado sendiri luasnya 157,26 km2,kota bitung luasnya 304 km2,kota tomohon luasnya 114,2 km2,kabupaten minahasa selatan luasnya 2.120,80 km2 (tahun 2007 kabupaten minahasa tenggara mekar dari kabupaten minahasa selatan dengan luas 710,83 km2. Jadi luas minahasa selatan tinggal 1.409,97 km2,kabupaten minahasa utara luasnya 918,49 km2,sedangkan luas total kabupaten minahasa induk tinggal 2.100 km2. Dengan demikian luas tanah minahasa adalah 1/40 luas pulau Sulawesi.


BAB II
SEJARAH

Menurut fakta- fakta penyelidikan kebudayaan dunia dan benda- benda purbakala yang terdapat di Eropa, Afrika, Asia, Amerika, maka manusia diperkirakan mulai menyebar hingga ke pelosok di muka bumi sejak 35 ribu tahun lalu.Di Sulawesi Utara terdapat salah satu suku asli yaitu suku Minahasa ketika mendengar kata “suku” yang ada dipikran semua orang pasti bagaimana sebuah suku terbutuk ? dan siapa nenek moyangnya?Menurut cerita mitos Nenek moyang suku Minahasa adalah Dewi Bumi dan Dewa Matahari yang akhirnya melahirkan keturunan Minahasa, cerita ini diceritakan dalam bahasa daerah dan yang mengetahui hanyalah para Walian yang memang ditunjuk oleh Opo secara turun – temurun. Biasanya cerita ini diceritakan secara umum pada saat upacara Rumages, menjadi cerita Toar Lumimu’ut. Toar Dewa Matahari yang selalu menyinari Minahasa dan Lumimu’ut Dewi Bumi yang memberikan kesuburan pada tanah Minahasa dan keturunan.
Lalu darimana nenek moyang Minahasa pada awal mulanya? jika cerita berdasarkan fakta?.Dari pendapat Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Cina Kuno, 1997 datang meneliti di Watu Pinawetengan. Melalui tulisan “Min Nan Tou” yang terdapat di batu itu, ia mengungkapkan, tou Minahasa merupakan turunan Raja Ming dari tanah Mongolia yang datang berimigrasi ke Minahasa. Arti dari Min Nan Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu. Namun aneh juga seperti diketahui Dinasti Ming bukanlah orang Mongolia justru Dinasti Ming adalah yang mengganti Dinasti Yuan yang dipimpin bangsa Mongol, oleh Kubilai Khan.
Berdasarkan pendapat para ahli diantaranya A.L.C Baekman dan M.B Van Der Jack yaitu berasal dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah memiki lipit Mongolia. Memang bangsa mongol terkenal dengan dengan gaya hidup berperang dengan menguasai 1/2 dunia saat dipimpin oleh Genghis Khan, dan bangsa Mongol menyebar tidak terkecuali pergi ke Manado. Persamaan dengan Mongol dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada agama asli Minahasa Shamanisme sama seperti Mongol. Dan juga dipimpin oleh Walian yang langsung dimasuki oleh opo. Agama Shamanisme ini memang dipegang teguh secara turun temurun oleh suku Mongol. Dapat dilihat juga di Kalimantan Dayak, dan Korea.
Namun memang orang Minahasa sudah tidak murni dari Mongol saja, namun sudah campuran Spanyol, Portugis, dan Belanda yang diketahui keturunan Yahudi, namun lebih dipengaruhi oleh Kristen. Sebenarnya aslinya Suku Minahasa dari Mongol yang terkenal dengan kehebatan perang, dan Yahudi yang terkenal dengan kecerdasannya. Memang Belanda sebagi Yahudi yang masuk ke Indonesia hanya mendirikan 1 tempat ibadah di Indonesia silahkan lihat Sinagog di Tondano.
Seperti kita tahu Manado dalam prosesnya oleh Indonesia dibilang bangsa asing karena sangat dimanja oleh Belanda dan Sekutu. Serta sangat berbeda dengan ciri orang Indonesia pada umumnya.
Nama Minahasa mengandung suatu kesepakatan mulia dari para leluhur melalui musyarawarah dengan ikrar bahwa segenap tou Minahasa dan keturunannya akan selalu seia sekata dalam semangat budaya Sitou Timou Tumou Tou. Dengan kata lain tou Minahasa akan tetap bersatu (maesa) dimanapun ia berada dengan dilandasi sifat maesa-esaan (saling bersatu, seia sekata), maleo-leosan (saling mengasihi dan menyayangi), magenang-genangan (saling mengingat), malinga-lingaan (saling mendengar), masawang-sawangan (saling menolong) dan matombo-tomboloan (saling menopang). Inilah landasan satu kesatuan tou Minahasa yang kesemuanya bersumber dari nilai-nilai tradisi budaya asli Minahasa (Richard Leirissa, Manusia Minahasa, 1995).
Jadi walaupun orang Minahasa ada di mana saja pada akhirnya akan kembali dan bersatu, waktu itu akan terjadi pada akhir jaman, yang tidak seorangpun yang tau. Seperti Opo Karema pernah kasih amanat “Keturunan kalian akan hidup terpisah oleh gunung dan hutan rimba. Namun, akan tetap ada kemauan untuk bersatu dan berjaya.”


BAB III
TRADISI SUKU

Seperti yang kalian tahu setiap suku pasti mempunyai kebudayaan tersendiri begitu juga suku Minahasa yang mempunyai beraga kebudayaan atau tradisi berikut akan saya jabarkan tradisi suku minahasa yang pertama ada Mapalus adalah bentuk gotong royong tradisional warisan nenek moyang orang Minahasa di Kota Manado yang merupakan suatu sistem prosedur, metode atau tehnik kerja sama untuk kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran. Mapalus muncul atas dasar kesadaran akan adanya kebersamaan, keterbatasan akan kemampuannya baik cara berpikir, berkarya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu mapalus sering digunakan dalam nama sebuah organisasi seperti Lansia Mapalus dsb.

3.1     Rumah Adat
Kemudian ada rumah adat suku Minahasa yaitu rumah panggung atau rumah wale. dimaksudkan untuk menghindari serangan musuh secara mendadak atau serangan binatang buas.

3.2Kepercayaan
Suku minahasa memiliki beragam kepercayaan
·         Pengucapan Syukur Pada masa lalu pengucapan syukur diadakan untuk menyampaikan doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan para dewa atas berkat yang diberikan sambil menari dan menyanyikan lagu pujian dengan syair yang mengagungkan. Saat ini pengucapan syukur di Kota Manado dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja. Pada hari H tersebut setiap rumah tangga menyiapkan makanan dan kue untuk dimakan oleh anggota rumah tangga, juga dipersiapkan bagi para tamu yang datang berkunjung. Contoh pengucapan syukur sering kali dirangkaikan dengan IBADAH rukun, ucapan syukur kadang di adakan seperti kalau ada yang berulang Tahun,Syukur atas Kesembuhan,atau Berkat-berkat yang telah di terima keluarga tersebut. Tapi dalam pengucapan syukur ini banyak disalah gunakan oleh orang-orang untuk pesta miras atau bahasa Manado nya “ba gate” yang sangatlah tidak baik.  
·         Alam fauna; adanya kepercayaan terhadap tanda-tanda binatang seperti burung dan ular. Ada dua macam burung yang menunjukkan berbagai tanda. Burung siang (waru endo, kemekeke, totombara) dapat menunjukkan tanda adanya berita yang menyenangkan (lowas, keeke rondor), tanda tidak mengganggu perasaan (keeke tenga wowos), tanda tidak menyenangkan (mangalo/mangoro), dan tanda yang menakutkan atau beralamat tidak baik (keke). Burung malam (wara wengi kembaluan) dapat bersuara merdu tanda

·         menyenangkan (manguni rendai), suara hampir merdu dan putus-putus tanda tidak mengganggu perasaan (imbuang), suara parau tanda membimbangkan (paapian), dan bunyi panjang serta keras (kiik) yang bertanda menakutkan jika terdengar dari arah depan atau kanan pendengar. Di samping itu, ada juga tanda dari ular, misalnya ular yang merayap dari barat ke timur dan ular yang mengangkat kepala. Tanda yang lainnya ialah tanda dari empedu atau hati binatang yang disembelih (babi, ayam, sapi, dll) yang dapat meramalkan masa depan.
·         Ø  Alam flora; pengetahuan tentang alam flora dapat terlihat dari bermacam-macam bahan makanan masyarakat Minahasa yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Banyak bahan-bahan obat pula yang diperoleh dari berbagai jenis akar-akaran, dedaunan, kulit-kulit kayu, buah-buahan, rerumputan dan umbi-umbian. Beberapa contoh di antaranya, obat malaria dibuat dari sejenis akar yang disebut riis (tali pahit)
·         Ø  Tubuh manusia; pengetahuan tentang tubuh manusia dibagi ke dalam dua bagian yakni yang menyangkut perbuatan dan yang menyangkut hal-hal yang terjadi dalam tubuh. Pengetahuan itu lebih bersifat larangan-larangan bagi setiap orang yang melakukannya karena akan menimbulkan akibat tersendiri. Contohnya:
·                                        jangan memotong kuku pada malam hari, nanti kematian ibu atau salah satu anggota keluarga lekas terjadi; maksud sebenarnya ialah bila memotong kuku di waktu malam gampang mendapat luka.
·         Ø  Ada juga kepercayaan rakyat Minahasa tentang mimpi, antara lain: mimpi gigi copot, alamat seorang dari keluarga dekat akan meninggal; mimpi mayat, artinya akan mendapat rejeki; mimpi mendapat uang atau dipagut ular, artinya akan mendapat sakit.
·         Ø  Pengetahuan tentang alam, misalnya bila awan di langit kelihatan berpetak-petak, tandanya banyak ikan atau juga terjadi gempa bumi.
·         Ø  Pengetahuan tentang waktu; masyarakat Minahasa tradisional mengetahui tentang waktu dengan berpatokan pada matahari dan suara binatang.
3.3 Tari dan Alat Musik
          Suku Minahasa juga mempunyai beragam tari dan alat music diantaranya:
·         TariKabasaran
Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu
·         TariMaengket
Tari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta.
·         Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar. Pada perkembangan selanjutnya, kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka.
·         Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik.
3.4Makanan dan Minuman
Suku Minahasa mempunyai beragam makanan dan minuman yang khas diantaranya:
·         MAKANAN
Sejak dulu kala makanan Khas manado sudah terkenal dengan “rasa pedas” yang sangat luar biasa. Jadi kebanyakan orang yg tidak begitu menyukai rasa pedas enggan untuk mencicipi atau merasakan makanan Khas manado. Begitu banyak makanan-makanan khas manado yg terkenal saLah satunya BUBUR MANADO “TINUTUAN”. Tinutuan tidak hanya dapat kita jumpai di Sulawesi Utara saja melainkan di daerah-daerah lain juga sudah banyak yang mencoba untuk menjual makanan tersebut. Masih banyak lagi makana khas manado antara lain : RW(daging Anjing yang di  masak dengan berbagai macam bumbu-bumbu khas),ES brenebon( ES yang bahan dasarnya kacang merah),Cucur (kue khas manado)
·         MINUMAN    
Cap Tikus adalah jenis cairan berkadar alkohol rata-rata 40 persen yang dihasilkan melalui penyulingan saguer (cairan putih yang keluar dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa daerah Minahasa).Cap tikus merupakan Minuman khas manado yang sangat sering di jumpai di manado.
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.
Minuman ini Sering kita jumpai di acara-acara besar, banyak bapak-bapak atau pemuda-pemuda yang berkumpul berbentuk kelompok-kelompok untuk menikmati minuman ini bersama-sama. Biasanya cap Tikus ini di nikmati bersama RW(makanan khas manado).
3.5Kehidupan Sosial dan Budaya
o   Kehidupan Sosial
Dengan membaca arti dari kata “MAPULUS” seperti yang di jelaskan di atas. Kita sudah dapat mendapatkan suatu bayangan di mana suku Minahasa ini selalu bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang ada. Hal ini merupakan hal positif yang sangat baik dan dapat menjalin kebersamaan di antara begitu banyak suku-suka yang ada. Selain di ajarkan untuk bekerjasama kita juga dapat Saling membantu orang yang kesusahan. sekalipun kita Bukan suku asli dari Minahasa jika kita menerapkan Hal ini dalam Hidup kita pastilah banyak orang yang akan Senang dan Hal positif itu juga akan membawa imbas yang baik bagi diri kita sendiri.
o   Kehidupan Budaya
Dari bermacam-macam contoh dan penjelasan tentang suku Minahasa yang begitu beragam. Kita dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjunjung tinggi Budaya yang mereka miliki, suku Minahasa masih melakukan atau menyelenggarakan acara-acara adat.

BAB IV
KESIMPULAN

Dari semua pembahasan yang ada di atas yang di latar belakangi dengan asal usul suku Minahasa kita dapat mengetahui beberapa budaya yang ada di Suku minahasa mulai dari rumah adat,alat music,tarian, dll. Melalui karya tulis ini kita juga dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjujung tinggi apa yang sejak dlu sudah menjadi Adat istiadat mereka dan sampai sekarangpun acara-acara adat masih dilaksanakan namun banyak oknum-oknum anak muda yang sering menyalah gunakan acara adat yang ada di Minahasa seperti pengucapan syukur atau biasa disebut “pengucapan” untuk pesta miras saran saya walaupun kebudayaan suku Minahasa sudah sangat lama tetapi kita harus menjunjung tinggi nilai keaslian budaya Minahasa sendiri dan kita juga harus mengambil nilai moral yang di ajarkan dalam suku Minahasa ini yaitu dari kata MAPALUS yang berarti kita harus selalu bergotong royong dalam menghadapi semua masalah.
Diharapkan dari penulisan makalah ini pembaca dapat mengambil hal-hal positif dari suku Minahasa yang sudah dijabarkan dan penulis meminta maaf apabila penjabaran diatas masih kurang jelas.






DAFTAR PUSTAKA

http://ahmadroihan8-jendelailmu.blogspot.co.id/2012/06/makalah-suku-minahasa.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar