MAKALAH
SUKU MINAHASA
Disusun oleh :
LETARE
DEO YAKOBUS POLITON (53415814)
KELAS
1IA03
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
S1 TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2015/20
DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI........................................................................................................................ i
BAB 1.
PENDAHULUAN.................................................................................................... 1
BAB
2. SEJARAH................................................................................................................ 2
BAB
3. TRADISI SUKU...................................................................................................... 3
3.1 Rumah Adat.......................................................................................................... 3
3.2 Kepercayaan........................................................................................................ 3
3.3 Tari dan Alat Musik.............................................................................................. 4
3.4 Makanan dan Minuman........................................................................................ 5
3.5 Kehidupan Sosial dan Budaya.............................................................................. 5
BAB
4. KESIMPULAN........................................................................................................ 6
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................ 7
BAB
I
PENDAHULUAN
Pada
makalah kali ini penulis akan membahas tentang salah satu suku di Indonesia
tepatnya di Sulawesi Utara yaitu suku Minahasa tujuan penulisan ini adalah
untuk mencari tahu sejarah atau asal usul suku minahasa , tradisi suku minahasa
berupa upacara adat dan tata cara kebudayaan yang ada disana serta hal-hal apa
saja yang harus diambil dalam kehidupan suku Minahasa. Kata Minahasa berasal
dari kata dasar “ESA” yang berarti “Satu”. Minahasa berkembang dari Malesung
,Maesaan,Minaesaan,Mahasa,Minahasa,yang pada intinya berarti “MENJADI
SATU”.Istilah ini dipakai oleh sub-etnis Minahasa yang notabene hidup di ujung
utara pulau Sulawesi Utara,untuk pertama kali disebut,“MINHASA”(Minahasa) pada
abad XVII. Jadi pada pengertian awal,nama “Minahasa” bukanlah nama etnis
melainkan “persatuan” dari sejumlah suku / sub-etnis tersebut. Pada
perkembangan selanjutnya,pengertian nama “Minahasa” berubah menjadi sebuah
komunitas “Bangsa” atau “Etnis”. Sering kali etnis /bangsa/ suku-bangsa
minahasa disamakan dengan “Orang Manado” (=orang dari ex Keresidenan Manado
atau ex Afdeling Manado) atau Kawanua (orang atau teman sekampung).
Jenis bangsa minahasa adalah semua orang yang termasuk dalam sub-etnis Malesung antara lain : Tonsea, Tobulu, Tondano, Tountemboan, Tonsawang, Ratahan-pasan, Ponosakan, Bantik, Borgo dan Bawontehu.
Jenis bangsa minahasa adalah semua orang yang termasuk dalam sub-etnis Malesung antara lain : Tonsea, Tobulu, Tondano, Tountemboan, Tonsawang, Ratahan-pasan, Ponosakan, Bantik, Borgo dan Bawontehu.
Luas tanah minahasa sekitar 5.220 km2 adalah luas
keseluruhan kota Manado
sendiri luasnya 157,26 km2,kota bitung luasnya 304 km2,kota tomohon luasnya
114,2 km2,kabupaten minahasa selatan luasnya 2.120,80 km2 (tahun 2007 kabupaten
minahasa tenggara mekar dari kabupaten minahasa selatan dengan luas 710,83 km2.
Jadi luas minahasa
selatan tinggal 1.409,97 km2,kabupaten minahasa utara luasnya 918,49
km2,sedangkan luas total kabupaten minahasa induk tinggal 2.100 km2. Dengan
demikian luas tanah minahasa adalah 1/40 luas pulau Sulawesi.
BAB
II
SEJARAH
Menurut
fakta- fakta penyelidikan kebudayaan dunia dan benda- benda purbakala yang
terdapat di Eropa, Afrika, Asia, Amerika, maka manusia diperkirakan mulai
menyebar hingga ke pelosok di muka bumi sejak 35 ribu tahun lalu.Di Sulawesi
Utara terdapat salah satu suku asli yaitu suku Minahasa ketika mendengar kata
“suku” yang ada dipikran semua orang pasti bagaimana sebuah suku terbutuk ? dan
siapa nenek moyangnya?Menurut cerita mitos Nenek moyang suku Minahasa adalah Dewi Bumi dan Dewa Matahari yang akhirnya melahirkan keturunan
Minahasa, cerita ini diceritakan dalam bahasa daerah dan yang mengetahui
hanyalah para Walian yang memang ditunjuk oleh Opo secara turun – temurun.
Biasanya cerita ini diceritakan secara umum pada saat upacara Rumages, menjadi
cerita Toar Lumimu’ut. Toar Dewa Matahari yang selalu menyinari Minahasa dan
Lumimu’ut Dewi Bumi yang memberikan kesuburan pada tanah Minahasa dan
keturunan.
Lalu
darimana nenek moyang Minahasa pada awal mulanya? jika cerita berdasarkan
fakta?.Dari pendapat Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Cina Kuno, 1997
datang meneliti di Watu Pinawetengan. Melalui tulisan “Min Nan Tou” yang
terdapat di batu itu, ia mengungkapkan, tou Minahasa merupakan turunan Raja
Ming dari tanah Mongolia yang datang berimigrasi ke Minahasa. Arti dari Min Nan
Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu. Namun aneh juga seperti
diketahui Dinasti Ming bukanlah orang Mongolia justru Dinasti Ming adalah yang
mengganti Dinasti Yuan yang dipimpin bangsa Mongol, oleh Kubilai Khan.
Berdasarkan
pendapat para ahli diantaranya A.L.C Baekman dan M.B Van Der Jack yaitu berasal
dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah
memiki lipit Mongolia. Memang bangsa mongol terkenal dengan dengan gaya hidup
berperang dengan menguasai 1/2 dunia saat dipimpin oleh Genghis Khan, dan
bangsa Mongol menyebar tidak terkecuali pergi ke Manado. Persamaan dengan Mongol
dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada agama asli Minahasa Shamanisme sama
seperti Mongol. Dan juga dipimpin oleh Walian yang langsung dimasuki oleh opo.
Agama Shamanisme ini memang dipegang teguh secara turun temurun oleh suku
Mongol. Dapat dilihat juga di Kalimantan Dayak, dan Korea.
Namun
memang orang Minahasa sudah tidak murni dari Mongol saja, namun sudah campuran
Spanyol, Portugis, dan Belanda yang diketahui keturunan Yahudi, namun lebih
dipengaruhi oleh Kristen. Sebenarnya aslinya Suku Minahasa dari Mongol yang
terkenal dengan kehebatan perang, dan Yahudi yang terkenal dengan
kecerdasannya. Memang Belanda sebagi Yahudi yang masuk ke Indonesia hanya
mendirikan 1 tempat ibadah di Indonesia silahkan lihat Sinagog di Tondano.
Seperti
kita tahu Manado dalam prosesnya oleh Indonesia dibilang bangsa asing karena
sangat dimanja oleh Belanda dan Sekutu. Serta sangat berbeda dengan ciri orang
Indonesia pada umumnya.
Nama
Minahasa mengandung suatu kesepakatan mulia dari para leluhur melalui
musyarawarah dengan ikrar bahwa segenap tou Minahasa dan keturunannya akan
selalu seia sekata dalam semangat budaya Sitou Timou Tumou Tou. Dengan kata
lain tou Minahasa akan tetap bersatu (maesa) dimanapun ia berada dengan
dilandasi sifat maesa-esaan (saling bersatu, seia sekata), maleo-leosan (saling
mengasihi dan menyayangi), magenang-genangan (saling mengingat),
malinga-lingaan (saling mendengar), masawang-sawangan (saling menolong) dan
matombo-tomboloan (saling menopang). Inilah landasan satu kesatuan tou Minahasa
yang kesemuanya bersumber dari nilai-nilai tradisi budaya asli Minahasa
(Richard Leirissa, Manusia Minahasa, 1995).
Jadi
walaupun orang Minahasa ada di mana saja pada akhirnya akan kembali dan
bersatu, waktu itu akan terjadi pada akhir jaman, yang tidak seorangpun yang
tau. Seperti Opo Karema pernah kasih amanat “Keturunan kalian akan hidup
terpisah oleh gunung dan hutan rimba. Namun, akan tetap ada kemauan untuk
bersatu dan berjaya.”
BAB
III
TRADISI
SUKU
Seperti
yang kalian tahu setiap suku pasti mempunyai kebudayaan tersendiri begitu juga
suku Minahasa yang mempunyai beraga kebudayaan atau tradisi berikut akan saya
jabarkan tradisi suku minahasa yang pertama ada Mapalus adalah bentuk gotong
royong tradisional warisan nenek moyang orang Minahasa di Kota Manado yang
merupakan suatu sistem prosedur, metode atau tehnik kerja sama untuk
kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran. Mapalus
muncul atas dasar kesadaran akan adanya kebersamaan, keterbatasan akan kemampuannya
baik cara berpikir, berkarya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu mapalus
sering digunakan dalam nama sebuah organisasi seperti Lansia Mapalus dsb.
3.1 Rumah Adat
Kemudian
ada rumah adat suku Minahasa yaitu rumah panggung atau rumah wale. dimaksudkan untuk menghindari
serangan musuh secara mendadak atau serangan binatang buas.
3.2Kepercayaan
Suku
minahasa memiliki beragam kepercayaan
·
Pengucapan
Syukur Pada masa lalu pengucapan syukur
diadakan untuk menyampaikan doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan
para dewa atas berkat yang diberikan sambil menari dan menyanyikan lagu pujian
dengan syair yang mengagungkan. Saat ini pengucapan syukur di Kota Manado
dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja. Pada hari H tersebut setiap rumah
tangga menyiapkan makanan dan kue untuk dimakan oleh anggota rumah tangga, juga
dipersiapkan bagi para tamu yang datang berkunjung. Contoh pengucapan syukur sering kali
dirangkaikan dengan IBADAH rukun, ucapan syukur kadang di adakan seperti kalau
ada yang berulang Tahun,Syukur atas Kesembuhan,atau Berkat-berkat yang telah di
terima keluarga tersebut. Tapi dalam pengucapan syukur ini banyak disalah
gunakan oleh orang-orang untuk pesta miras atau bahasa Manado nya “ba gate”
yang sangatlah tidak baik.
·
Alam fauna; adanya kepercayaan terhadap tanda-tanda
binatang seperti burung dan ular. Ada dua macam burung yang menunjukkan
berbagai tanda. Burung siang (waru endo,
kemekeke, totombara) dapat menunjukkan tanda adanya berita yang
menyenangkan (lowas, keeke rondor),
tanda tidak mengganggu perasaan (keeke
tenga wowos), tanda tidak menyenangkan (mangalo/mangoro),
dan tanda yang menakutkan atau beralamat tidak baik (keke). Burung malam (wara
wengi kembaluan) dapat bersuara merdu tanda
·
menyenangkan (manguni
rendai), suara hampir merdu dan putus-putus tanda tidak mengganggu perasaan
(imbuang), suara parau tanda
membimbangkan (paapian), dan bunyi
panjang serta keras (kiik) yang
bertanda menakutkan jika terdengar dari arah depan atau kanan pendengar. Di
samping itu, ada juga tanda dari ular, misalnya ular yang merayap dari barat ke
timur dan ular yang mengangkat kepala. Tanda yang lainnya ialah tanda dari
empedu atau hati binatang yang disembelih (babi, ayam, sapi, dll) yang dapat
meramalkan masa depan.
·
Ø Alam flora; pengetahuan tentang alam flora
dapat terlihat dari bermacam-macam bahan makanan masyarakat Minahasa yang
diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Banyak bahan-bahan obat pula yang diperoleh
dari berbagai jenis akar-akaran, dedaunan, kulit-kulit kayu, buah-buahan,
rerumputan dan umbi-umbian. Beberapa contoh di antaranya, obat malaria dibuat
dari sejenis akar yang disebut riis (tali
pahit)
·
Ø Tubuh manusia; pengetahuan tentang tubuh
manusia dibagi ke dalam dua bagian yakni yang menyangkut perbuatan dan yang
menyangkut hal-hal yang terjadi dalam tubuh. Pengetahuan itu lebih bersifat
larangan-larangan bagi setiap orang yang melakukannya karena akan menimbulkan
akibat tersendiri. Contohnya:
·
jangan memotong kuku pada malam hari, nanti kematian
ibu atau salah satu anggota keluarga lekas terjadi; maksud sebenarnya ialah
bila memotong kuku di waktu malam gampang mendapat luka.
·
Ø Ada juga kepercayaan rakyat Minahasa tentang
mimpi, antara lain: mimpi gigi copot, alamat seorang dari keluarga dekat akan
meninggal; mimpi mayat, artinya akan mendapat rejeki; mimpi mendapat uang atau
dipagut ular, artinya akan mendapat sakit.
·
Ø Pengetahuan tentang alam, misalnya bila awan
di langit kelihatan berpetak-petak, tandanya banyak ikan atau juga terjadi
gempa bumi.
·
Ø Pengetahuan tentang waktu; masyarakat
Minahasa tradisional mengetahui tentang waktu dengan berpatokan pada matahari
dan suara binatang.
3.3
Tari dan Alat Musik
Suku
Minahasa juga mempunyai beragam tari dan alat music diantaranya:
·
TariKabasaran
Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu
Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu
·
TariMaengket
Tari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta.
Tari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta.
·
Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang
disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar. Pada perkembangan
selanjutnya, kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka.
·
Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup
dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan
kerang/keong sebagai satu tumpukan musik.
3.4Makanan
dan Minuman
Suku Minahasa mempunyai beragam
makanan dan minuman yang khas diantaranya:
·
MAKANAN
Sejak dulu kala makanan Khas
manado sudah terkenal dengan “rasa pedas” yang sangat luar biasa. Jadi
kebanyakan orang yg tidak begitu menyukai rasa pedas enggan untuk mencicipi
atau merasakan makanan Khas manado. Begitu banyak makanan-makanan khas manado
yg terkenal saLah satunya BUBUR MANADO “TINUTUAN”. Tinutuan tidak hanya dapat
kita jumpai di Sulawesi Utara saja melainkan di daerah-daerah lain juga sudah
banyak yang mencoba untuk menjual makanan tersebut. Masih banyak lagi makana
khas manado antara lain : RW(daging Anjing yang di masak dengan berbagai macam bumbu-bumbu
khas),ES brenebon( ES yang bahan dasarnya kacang merah),Cucur (kue khas manado)
·
MINUMAN
Cap Tikus adalah jenis cairan
berkadar alkohol rata-rata 40 persen yang dihasilkan melalui penyulingan saguer
(cairan putih yang keluar dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa daerah
Minahasa).Cap tikus merupakan Minuman khas manado yang sangat sering di jumpai
di manado.
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.
Minuman ini Sering kita jumpai di acara-acara besar, banyak bapak-bapak atau pemuda-pemuda yang berkumpul berbentuk kelompok-kelompok untuk menikmati minuman ini bersama-sama. Biasanya cap Tikus ini di nikmati bersama RW(makanan khas manado).
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.
Minuman ini Sering kita jumpai di acara-acara besar, banyak bapak-bapak atau pemuda-pemuda yang berkumpul berbentuk kelompok-kelompok untuk menikmati minuman ini bersama-sama. Biasanya cap Tikus ini di nikmati bersama RW(makanan khas manado).
3.5Kehidupan
Sosial dan Budaya
o
Kehidupan
Sosial
Dengan
membaca arti dari kata “MAPULUS” seperti yang di jelaskan di atas. Kita sudah
dapat mendapatkan suatu bayangan di mana suku Minahasa ini selalu bergotong
royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang ada. Hal ini merupakan hal
positif yang sangat baik dan dapat menjalin kebersamaan di antara begitu banyak
suku-suka yang ada. Selain di ajarkan untuk bekerjasama kita juga dapat Saling
membantu orang yang kesusahan. sekalipun kita Bukan suku asli dari Minahasa
jika kita menerapkan Hal ini dalam Hidup kita pastilah banyak orang yang akan
Senang dan Hal positif itu juga akan membawa imbas yang baik bagi diri kita
sendiri.
o
Kehidupan
Budaya
Dari
bermacam-macam contoh dan penjelasan tentang suku Minahasa yang begitu beragam.
Kita dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjunjung tinggi Budaya yang
mereka miliki, suku Minahasa masih melakukan atau menyelenggarakan acara-acara
adat.
BAB
IV
KESIMPULAN
Dari
semua pembahasan yang ada di atas yang di latar belakangi dengan asal usul suku
Minahasa kita dapat mengetahui beberapa budaya yang ada di Suku minahasa mulai
dari rumah adat,alat music,tarian, dll. Melalui karya tulis ini kita juga dapat
mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjujung tinggi apa yang sejak dlu sudah
menjadi Adat istiadat mereka dan sampai sekarangpun acara-acara adat masih
dilaksanakan namun banyak oknum-oknum anak muda yang sering menyalah gunakan
acara adat yang ada di Minahasa seperti pengucapan syukur atau biasa disebut
“pengucapan” untuk pesta miras saran saya walaupun kebudayaan suku Minahasa
sudah sangat lama tetapi kita harus menjunjung tinggi nilai keaslian budaya
Minahasa sendiri dan kita juga harus mengambil nilai moral yang di ajarkan
dalam suku Minahasa ini yaitu dari kata MAPALUS yang berarti kita harus selalu
bergotong royong dalam menghadapi semua masalah.
Diharapkan
dari penulisan makalah ini pembaca dapat mengambil hal-hal positif dari suku
Minahasa yang sudah dijabarkan dan penulis meminta maaf apabila penjabaran
diatas masih kurang jelas.
DAFTAR
PUSTAKA
http://ahmadroihan8-jendelailmu.blogspot.co.id/2012/06/makalah-suku-minahasa.html







