Selasa, 21 Juni 2016

KAITAN BUDAYA TERHADAP TEKNOLOGI INDUSTRI

Seperti yang sudah saya bahas dalam post sebelumnya tentang unsur-unsur budaya kali ini saya akan membahas kaitan budaya terhadap tekonlogi industri , pada zaman serba instan dan modern ini istilah tekonologi sudah tidak asing lagi bagi kehidupan bermasyarakat tak terkecuali bidang industri hampir semua proses perindustrian menggunakan bantuan teknologi demi mencapai target qualitas dan quantitas dengan waktu yang singkat.Namun tercapainya target perindustrian menggunakan bantuan teknologi tidak lepas dari pengaruh suatu budaya , tapi apa kaitan budaya dengan teknologi industri ? Kaitan suatu budaya dalam teknologi industri dapat menyebabkan efek yang positif dan negatif contohnya yang pertama jika kita akan membuat suatu usaha atau industri rumahan tentu yang harus kita perhatikan yang paling penting adalah budaya yang berlaku di lingkungan tempat anda akan memulai usaha tentu kita harus mengikuti budaya yang berlaku di tempat itu agar usaha kita dapat di terima dalam masyarakat, kemudian dalam hal telekomunikasi sekarang kita dapat menghubungi orang yang sangat jauh hanya dengan menggunakan telephone namun seiring menghilangnya budaya banyak orang-orang yang menyalahgunakan telephone menjadi alat penyebar teror,penipuan dan lain-lain dan yang terkahir yaitu pada bagian mesin, mesin menjadi alat vital dalam proses perindustrian tapi apakan mesin hanya menggunakan satu bahasa seperti bahasa Inggris ? tentu saja tidak pihak pembuat mesin harus menyesuaikan setting mesin dengan negara dan budaya yang ada misalnya untuk mesin di negeri Jepang alat input keyboard yang digunakan tidak memakai abjat a-z melainkan huruf hiragana atau katakana karena kebanyakan masyarakat Jepang menggunakan huruf-huruf tersebut begitu juga di Indonesia , mesin-mesin yang dibuat sudah menggunakan bahsa Indonesia agar lebih mudah untuk para pekerja bidang industri untuk mengoperasikan mesin-mesin tersebut. Jadi menurut saya budaya memiliki peran penting dalam teknologi industri guna berlangsungnya suatu lingkungan yang baik antara pihak produsen dan konsumen